Maria

Latar belakang

Seorang ibu rumah tangga,sempat berkarier dan bekerja sejak masih kuliah sambil join bisnis beberapa MLM dan asuransi

Mengapa saya tertarik asuransi

Karena produk unik yang dibutuhkan semua orang tapi tidak berharap digunakan juga.
Dari segi bisnis nya tidak perlu modal ,tidak perlu tutup point untuk mendapat komisi dan marketing plan nya dengan network marketing,sudah banyak kisah sukses dari bisnis ini

Turning point saya serius di bisnis Allianz

Setelah menjalankan berbagai bisnis dan gagal sampai sempat habis modal ratusan juta saya melihat produk yang berbeda dengan business system didukung support system dari Univision saya temukan jalan terbaik meraih impian saya dan bisa bantu rekan2 saya yang baru saya ajak bergabung ke bisnis allianz dengan support system 4.0 yang sudah di sediakan bersama2 meraih impian, bersama komunitas Univision

Untuk siapa saya bekerja keras meraih sukses

Tentunya saya bekerja keras untuk membahagiakan ke 3 anak saya, suami, ibu dan saudara2 kandung yang sangat saya cintai juga agar dapat menjadi saluran berkat buat banyak orang

Motto hidup saya

Do the best God will do the rest

Lakukan semua pekerjaan dengan tulus

Saya bersyukur di bisnis ini saya berkesempatan bertemu orang2 yang luar biasa tulus, yang sukses secara financial,sukses bersosialisasi, dan mempunyai hubungan yang akrab dengan Tuhan sehingga seimbang kehidupan jasmani dan rohani, menurut saya mereka orang yang benar-benar sukses.
Saya bersyukur melalui sponsor saya Chynthia Gunawan (BP) menemukan mentor- mentor saya yang luar biasa Bpk Gregorious Uche, Ibu Erika Lesmana (MDIT bintang 2 dan diamond BP) dan Bpk Sonny Arief, Ibu Liliana Judianto ( MDIT bintang 4 dan diamond BP).
Para mentor yang selama ini sangat saya butuhkan membantu saya sukses menjalankan di bisnis ini

Kata terakhir

Saat jatuh bangkit lah lagi, sukses itu hak semua yang berjuang meraih nya tapi waktu tak menunggu kita mengambil keputusan melangkah untuk mencapai kesuksesan
Selagi masih ada kesempatan segera ambil keputusan

Orang yang Anda sayangi bisa membuat Anda Bangkrut dan jatuh miskin seketika

Kebangkrutan bukan hanya terjadi karena situasi ekonomi, persaingan usaha, kena tipu dan lain-lain?

Ada satu hal yang mungkin seseorang yang kita kasihi bisa menyebabkan kebangkrutan?

Jawabannya sangat bisa, jika orang tersebut mengalami penyakit serius seperti kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, dan lain-lain.

Tentunya sebagai orang yang dekat, kita akan mengupayakan sebaik-baiknya untuk mengobati anggota keluarga ini agar pulih kembali.

Biayanya tentu sering kali harus sangat mahal. Tetapi apapun itu kita harus mengupayakannya, meski harus sampai menguras tabungan, menjual aset, bahkan berutang kanan kiri.

“Kan sudah ada BPJS Kesehatan, kenapa harus takut?”

Betul, kita harus bersyukur bahwa di Indonesia sudah ada jaminan rawat kesehatan bagi warganya dengan iuran yang terjangkau.

Sayangnya fasilitas yang diberikan masih terbatas di kelas kamar yang mungkin kurang sesuai harapan kita dalam memberikan yang terbaik. Apalagi jika diperlukan pengobatan hingga ke luar negeri karena memiliki teknologi yang lebih canggih. Dalam sekejap tagihan bisa melangit yang menyebabkan sebuah keluarga bisa bangkrut karenanya.

Untuk itulah diperlukan perlindungan terhadap penyakit kritis seperti jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, dan lain-lain sebagai pelengkap penting dari asuransi rawat inap ataupun BPJS.

Asuransi sakit kritis akan memberikan santunan tunai yang dapat dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk untuk menambah biaya pengobatan yang fasilitasnya tidak diberikan oleh BPJS Kesehatan ataupun asuransi rawat inap.

Pastikan orang yang Anda kasihi juga memiliki Perlindungan Penyakit Kritis yang optimal? Mau tahu produk yang cocok dengan premi terjangkau?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

KPR yang Anda Ambil Ternyata Punya Potensi Masalah

Selamat, pengajuan KPR Anda disetujui. Begitu bunyi pesan singkat di handphone Anda pagi ini

Betapa bahagianya Anda, karena cita-cita memiliki rumah sendiri akhirnya tercapai, meski harus dengan cara mencicil ke bank.

Salah satu syarat disetujuinya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tersebut adalah Anda wajib mengambil asuransi jiwa dengan besar nilai santunan meninggal sebesar nilai KPR yang cair.

Ini untuk mengamankan pihak bank dalam pemberian pinjaman. Jika di tengah jalan si penerima pinjaman (debitur) meninggal dunia, maka ada santunan asuransi yang dapat dipakai untuk melunasi sisa hutang KPR.

Sayangnya, asuransi yang diwajibkan hanya menanggung resiko meninggal dunia saja.

Bagaimana jika tidak meninggal tetapi terkena sakit serius seperti stroke, jantung, kanker, gagal ginjal dan lain-lain, apakah kewajiban membayar cicilan KPR-nya masih harus berjalan?

Bagaimana jika Anda sudah tidak punya penghasilan lagi karena di-PHK akibat sakit yang berkepanjangan?

Jika tidak memiliki penghasilan lagi, bagaimana melanjutkan cicilan KPR?

Artinya ada kemungkinan terjadi kredit macet. Ada kemungkinan rumah tersebut disita oleh bank. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

Di sinilah KPR Anda menyimpan potensi masalah.

Sekarang ada solusi mudah. Cukup beli asuransi jiwa yang memberi perlindungan tambahan terhadap penyakit kritis.

Produk ini akan memberikan santunan tunai jika peserta terdiagnosa salah satu penyakit/kondisi kritis, dan santunan tunai dapat dipakai untuk sekaligus melunasi sisa hutang KPR.

Jadi rumah bisa langsung lunas. Bagaimana jika hingga KPR lunas, kita tetap sehat-sehat saja?
Tentunya ini yang kita harapkan bukan, tetap sehat hingga akhir hayat, dan kabar gembiranya adalah premi asuransi yang telah dibayarkan selama ini akan kembali ke Anda dalam bentuk nilai tunai.

Mau tahu produk Asuransi Penyakit Kritis Terbaik di Indonesia?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

Manfaat Perlindungan Santunan Kondisi Kritis

Banyak orang yang mengandalkan fasilitas kesehatan dari kantor atau pemerintah dan menganggap bahwa fasilitas itu sudah cukup dan dapat menutup biaya-biaya di rumah sakit saat terjadi perawatan.

Pandangan tersebut tentu tidak salah dan memang bagi beberapa mereka yang beruntung, mereka mendapat fasilitas yang luar biasa dari tempat bekerja mereka, sehingga mereka tidak lagi memerlukan fasilitas kesehatan tambahan.

Tapi apakah semua orang akan mengalami keberuntungan seperti itu? Tentunya tidak, bukan?

Namun satu hal yang terkadang suka terlewat oleh seseorang, yaitu adanya biaya pengeluaran yang tersembunyi dan dapat mengguncang kestabilan keuangan seseorang. Apakah itu?

Di saat seseorang sakit dan kondisi sakit berlarut, maka akan ada biaya-biaya yang timbul yang sering tidak kita sadari, seperti:

  • Di saat seseorang memilih berobat di luar negeri, maka ada biaya pesawat atau penginapan yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan mana pun.
  • Di beberapa tempat kerja, di saat seseorang cuti cukup lama karena sakit, maka akan ada penyesuaian terhadap gaji bulanan yang diterima. Komponen Tunjangan Harian tidak dibayar atau fasilitas lainnya dibekukan sementara, sehingga ada penurunan penghasilan.
  • Pasangan yang mungkin harus berhenti kerja karena mengurus suami atau istrinya yang sakit sehingga satu sumber penghasilan tertutup.
  • Utang-utang jangka panjang (KPR, cicilan, dll) yang masih harus terus dibayar
  • Biaya hidup seperti makan, sekolah anak, dan lain sebagainya yang masih harus terus dibayar meskipun si pencari nafkah sedang atau sudah tidak bekerja karena sakit.

Di saat seperti inilah seseorang memerlukan sejumlah dana tunai, untuk membayar semua biaya hidup yang masih harus tetap berjalan, sehingga orang  dapat fokus dengan pemulihannya. Asuransi kondisi kritis akan membayarkan sejumlah dana tunai langsung ke rekening nasabah di saat dia terkena kondisi sakit cukup berat dan berkepanjangan.

Asuransi Santunan Kondisi Kritis ini berbeda dengan asuransi kesehatan, sifat asuransi kondisi kritis adalah memberikan dana tunai saat seseorang sakit, di mana asuransi kesehatan membayar biaya-biaya yang terjadi di rumah sakit.

Jadi, sudahkah Anda memiliki manfaat kondisi kritis? Lalu bagaimana seseorang menghitung besar kondisi kritis yang ideal? Bagaimana mengaturnya agar benar-benar sesuai dengan keinginannya?

Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

Klaim Sakit Kritis… Apakah Baru Bisa dilakukan Saat Akan Meninggal?

Banyak orang berpandangan bahwa melakukan Klaim Asuransi Penyakit kritis berarti yang bersangkutan sudah hampir mendekati kematian dan bahkan tinggal menunggu waktu saja, benarkah demikian?

Tentunya tidak benar, karena justru uang klaim dari asuransi penyakit kritis itu dapat digunakan untuk membantu nasabah untuk membayar berbagai biaya-biaya dan kewajiban, terlepas dari mendekati ataupun masih jauh dari kematian.

Contoh ada seorang ibu mengajukan klaim sakit kritis akibat serangan jantung pertama dan cair uang klaim sebesar Rp 1,2 M.

Sampai hari ini beliau masih kuat untuk menjaga bisnisnya dan bepergian keluar negeri dan menikmati hidup.

Lalu mengapa uang klaim sakit kritisnya bisa cair? Karena kondisi serangan jantung yang ia hadapi sudah memenuhi kriteria dari syarat klaim asuransi sakit kritis tersebut.

Beliau sangat bersyukur sekali bisa menerima bantuan uang tunai Rp 1,2 M tersebut karena uang itu dapat membantunya dalam biaya rawat jalan yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap, bahkan untuk melunasi sisa cicilan apartmennya dan berbagai kewajiban keuangannya yang lain.

Mau tahu bagaimana produk Asuransi Penyakit Kritis bisa membantu si Ibu membereskan berbagai kewajiban keuangan?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

Kenapa Perlu Asuransi Penyakit Kritis, Meskipun Ada BPJS Kesehatan

Banyak yang berpikir setelah ikut BPJS Kesehatan, tidak perlu lagi Asuransi Penyakit Kritis. Pemahaman yang keliru. Keduanya punya fungsi berbeda, komplemen satu dengan yang lain.

Kehadiran BPJS Kesehatan jelas sangat membantu. Tetapi, ada resiko akibat penyakit yang tidak ditanggung oleh BPSJ ?

Saya sudah sering mendengar kesaksian dari orang tua, saudara, anak atau keluarga yang sangat terbantu oleh BPJS Kesehatan. Tagihan rumah sakit yang jumlahnya puluhan atau bahkan ratusan juta semuanya ditanggung oleh BPJS tanpa peserta perlu keluar uang sepeser pun.

Kenapa Asuransi Penyakit Kritis

Boleh dikatakan limitnya BPJS itu hampir un-limited. Jadi, kenapa masih perlu Asuransi Penyakit Kritis ?

BPJS Tidak Menanggung Resiko Ini

Tapi, ada resiko yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Resiko yang implikasinya cukup serius buat kita.

Apa itu ?

Sebelum menjawab, saya ingin kita membayangkan situasi saat kita sakit. Misalkan, menderita sakit yang cukup serius, seperti kanker stadium lanjut.

Dalam keadaan sakit seperti itu, sudah pasti BPJS Kesehatan atau Asuransi Kesehatan akan membantu menanggung biaya kesehatan. Jadi, boleh dikatakan biaya rumah sakit aman.

Lalu Ini pertanyaan pentingnya. Saat sakit parah, apakah kita masih bisa bekerja atau tidak.

Kenyataan yang pahit adalah kemungkinan tempat bekerja akan memberhentikan karyawan yang sudah lama tidak masuk kerja (karena alasan apapun). Biasanya akan diberikan bantuan pesangon.

Kalau kemudian kita terpaksa berhenti bekerja, siapa yang akan menanggung biaya hidup keluarga ? Memang akan ada pesangon, tetapi jumlahnya pasti terbatas.

Mengandalkan BPJS ?

BPJS atau Asuransi Kesehatan tidak akan mengganti hilangnya penghasilan tersebut karena mereka hanya mengcover biaya dari rumah sakit. Diluar biaya rumah sakit, mereka tidak akan menanggung.

Dalam kondisi ini, Anda perlu Asuransi Penyakit Kritis.

Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi Penyakit Kritis tidak mengganti biaya rumah sakit, tetapi mengganti hilangnya penghasilan jika Anda tidak bisa bekerja lagi karena terkena penyakit yang parah, penyakit yang membuat Anda dalam kondisi kritis.

Asuransi penyakit kritis ini menetapkan kriteria kondisi kesehatan peserta yang dianggap cukup kritis akibat penyakit yang diderita sehingga tidak bisa bekerja lagi. Saat itulah, Uang Pertanggungan akan dibayarkan oleh asuransi.

Dari penjelasan ini, menurut saya, asuransi penyakit kritis sangat sangat perlu.

Kenapa ?

Coba sekarang kita bayangkan. Ketika sakit ada asuransi kesehatan yang mengcover, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa asuransi kesehatan tersebut sebagian besar disediakan oleh kantor tempat kita bekerja.

Bagaimana jika tidak bisa bekerja lagi akibat sakit. Kantor tidak mungkin senantiasa membantu, pasti ada batas nya.

Resiko tersebut ada. Makanya, perlu proteksi tambahan untuk melindungi kita dari resiko ini.

Bukankah sudah memiliki asuransi jiwa.

Asuransi jiwa melindungi akibat resiko kematian. Asuransi jiwa membayar jika peserta meninggal dunia.

Jadi, asuransi jiwa dan asuransi kesehatan memiliki fungsi yang berbeda dengan asuransi penyakit kritis. Ketiganya saling melengkapi, bukan menggantikan.

Mau tahu produk Asuransi Penyakit Kritis Terbaik di Indonesia?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

Masih Mahasiswa, Perlukah Memiliki Asuransi Penyakit Kritis?

Perlukah para mahasiswa memiliki asuransi penyakit kritis? 

Seperti yang sudah kita ketahui, penyakit kritis dapat menyerang siapa saja, bukan hanya orangtua, tetapi anak muda pun dapat terkena penyakit kritis, termasuk para mahasiswa. 

Sebagai mahasiswa, Anda dianggap sebagai kelas tertinggi di dalam dunia pendidikan, dimana Anda sudah diberikan tanggung jawab untuk menentukan jurusan yang Anda inginkan, menentukan jadwal mata kuliah Anda sendiri, dan apakah Anda harus menyelesaikan tugas yang diberikan atau tidak. Tidak ada guru yang akan marah kepada Anda apabila Anda tidak mengerjakan tugas Anda. Oleh karena itu, Anda sebagai mahasiswa harus bertanggung jawab atas diri Anda sendiri.

Begitu pula dalam hal keuangan, memang masih ada beberapa mahasiswa yang masih bergantung kepada orangtua, tetapi ada juga mahasiswa yang sudah bertanggung jawab mencari uang sendiri. Baik masih bergantung ataupun sudah mencari uang sendiri, Anda sebagai mahasiswa sudah bertanggung jawab untuk mengatur dan mengelola keuangan yang sudah Anda peroleh.

Para Mahasiswa, Perlukah Memiliki Asuransi Penyakit Kritis 02 - Finansialku

Penyakit kritis adalah jenis penyakit yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu relatif cepat dan dapat menyerang siapa saja. Jenis penyakit ini bukan hanya dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang relatif cepat, tetapi juga membutuhkan biaya pengobatan yang relatif mahal. Banyak orang yang berjuang untuk melawan penyakit kritis dengan menghabiskan hampir seluruh kekayaan mereka.

Kita tidak pernah tahu kapan risiko itu akan datang. Tetapi sebagai mahasiswa, kita masih belum memiliki tanggungan finansial, fokus kita adalah untuk menuntut ilmu dan menyiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Memiliki asuransi penyakit kritis untuk mencegah kerugian finansial, memiliki tujuan untuk membantu finansial orang tua atau keluarga kita jika risiko itu datang.

Asuransi Apa yang Dibutuhkan oleh Mahasiswa

Jika Anda sebagai mahasiswa masih bergantung terhadap orangtua, maka orangtua juga masih memiliki tanggung jawab untuk memutuskan apakah Anda harus memiliki asuransi penyakit kritis atau tidak. Karena ketika risiko penyakit kritis datang, maka finansial orangtualah yang akan sangat terganggu.

Tetapi alangkah baiknya, jika Anda mendapatkan dana yang berasal dari orangtua, dapat Anda kelola dengan baik termasuk diprioritaskan untuk memiliki asuransi penyakit kritis.

Jika Anda sudah dapat mencari penghasilan sendiri, Anda harus mempertimbangkan untuk memiliki asuransi penyakit kritis, untuk melindungi Anda dan keluarga dari kerugian finansial yang dapat terjadi.

Mau tahu produk Asuransi Penyakit Kritis Terbaik di Indonesia?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

Apakah saya harus beli asuransi penyakit kritis (critical illness)?

Apa saja yang harus dipertimbangkan jika saya ingin membeli asuransi penyakit kritis? Apakah harus teliti baca polis asuransi penyakit kritis?

Sebenarnya Penting Tidak ya, Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness) ?

Sebelum membahas panjang lebar asuransi penyakit kritis (critical illness), kita akan bahas terlebih dahulu yang namanya penyakit kritis.

Sebenarnya penyakit kritis itu bukan artinya penyakit yang namanya “kritis”, karena memang tidak ada definisi kedokteran tentang penyakit kritis. Biasanya penyakit kritis merujuk pada daftar penyakit-penyakit yang dianggap mematikan dan membutuhkan uang pengobatan dalam jumlah besar.

apakah-saya-harus-beli-asuransi-penyakit-kritis-critical-illness-finansialku

Sebagai informasi, penyakit kritis (critical illness), termasuk dalam kategori asuransi tambahan (rider) yang menempel pada asuransi utama.

Jadi kita tidak bisa membeli hanya asuransi penyakit kritis saja.

Kami menjumpai sering terjadi salah persepsi atau salah mengkomunikasikan mengenai asuransi penyakit kritis (critical illness). Berikut ini screenshot komentar dalam sebuah website, terkait dengan asuransi penyakit kritis:

apakah-saya-harus-beli-asuransi-penyakit-kritis-critical-illness-comment-finansialku

Sebelumnya, kami ingin memberitahukan bahwa asuransi penyakit kirtis (critical illness) akan sangat membantu dan perusahaan asuransi tidak akan berbohong. Namun ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan. Beberapa hal yang harus diperhatikan betul, saat memilih asuransi penyakit kritis (critical illness).

  1. Jika Anda menambah asuransi penyakit kirtis, maka premi yang harus dibayarkan juga bertambah. Pastikan Anda mampu mendanai premi tersebut, jangan sampai Anda gagal bayar dan asuransi menjadi hangus (lapse).
  2. Uang pertanggungan pada asuransi tambahan (rider), biasanya menyesuaikan dengan uang pertanggungan asuransi utama. Kecuali ada aturan tertentu dalam perusahaan asuransi.
  3. Permasalahan yang sering terjadi adalah cakupan perlindungan dan definisi perlindungan. Jangan pernah berasumsi, penyakit kritis berarti mengcover semua penyakit kritis, misal penyakit kanker. Pastikan Anda baca baik-baik defines penyakit kankernya, apakah bisa di stadium awal atau harus sampai stadium akhir. Pada contoh di atas, permasalahan timbul karena nasabah tidak mempelajari terlebih dahulu mengenai definisi manfaat. Jangan pernah mendefinisikan sendiri atau berasumsi, baca kembali polis Anda.
  4. Jika Anda ingin membeli asuransi jiwa, idealnya Anda membandingkan 3 sampai 4 perusahaan. Cari penawaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan sesuai dengan kemampuan finansial Anda.
  5. Pilih asuransi penyakit kritis yang memberikan perlindungan paling banyak.
  6. Pilih asuransi penyakit kritis yang tidak memiliki survival periode (masa bertahan hidup). Jika Anda cermati dalam polis asuransi penyakit kritis, ada tertulis survival period 14 hari, artinya nasabah harus mampu melewati masa 14 hari sejak dinyatakan mengidap penyakit. Jika nasabah meninggal dalam waktu 14 hari (dalam masa survival periode), maka klaim tidak cair. Pilih asuransi penyakit kritis yang tidak ada survival period.
  7. Pilih asuransi penyakit kritis yang syarat kritisnya tanpa harus menjalani pengobatan atau operasi terlebih dahulu.
  8. Pilih asuransi penyakit kritis yang menanggung kondisi cacat tetap total. Perhatikan ada perbedaan antara definisi cacat tetap total pada asuransi penyakit kritis dengan asuransi kecelakaan diri.
  9. Pilih asuransi penyakit kritis yang langsung membayar klaim jika dokter mendiagnosa kondisi terminal illness (umur pasien didiagnosa kurang dari 12 bulan).
  10. Pilih asuransi penyakit kritis yang juga menanggung transplansi organ tubuh penting, seperti ginjal, hati dan lain sebagainya.
  11. Buka polis Anda, baca bagian pengecualian. Banyak orang yang melewatkan bagian “pengecualian”. Sekali lagi jangan menggunakan asumsi dan definisi sendiri.

Mau tahu produk Asuransi Penyakit Kritis yang sesuai dengan kriteria pembahasan diatas?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Asuransi Penyakit Kritis

Terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memilih asuransi penyakit kritis agar produk yang Anda pilih adalah yang terbaik.

#1 Jangan lupa membandingkan beberapa aspek di dalam produk asuransi

Untuk mendapatkan produk asuransi penyakit kritis yang terbaik, Anda harus membandingkan beberapa aspek di dalamnya.

Yang pertama adalah cakupan perlindungan yang diberikan. Semakin besar cakupan yang dilindungi oleh produk asuransi tentu akan lebih baik.

Kedua, adalah kemudahan proses klaim. Ketika Anda terdiagnosis sebuah penyakit kritis, Anda pasti membutuhkan waktu untuk fokus pada penyembuhan.

Kesulitan dalam mengajukan klaim hanya menambah beban pikiran Anda. Untuk itu, Anda harus memilih produk asuransi dengan proses klaim yang mudah.

#2 Jangan memilih uang pertanggungan asuransi yang terlalu sedikit

Salah satu kegunaan asuransi penyakit kritis adalah untuk melindungi finansial Anda dari kerugian yang disebabkan oleh kebutuhan perawatan pada saat penyakit kritis.

Untuk itu, jika Anda mengambil produk asuransi dengan uang pertanggungan yang terlalu sedikit, hal ini tidak akan membantu finansial Anda nantinya.

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Konvensional 02 Finansialku

Uang pertanggungan adalah sebuah dana yang jumlahnya telah dicantumkan di dalam perjanjian dan telah disepakati dan akan menjadi hak nasabah jika terjadi sebuah risiko yang sesuai dengan polis kepada tertanggung.

Sesuaikan uang pertanggungan dengan kebutuhan biaya dan jangan melupakan faktor inflasi pada sektor kesehatan.

#3 Pilih premi yang sesuai dengan kemampuan Anda

Premi sebuah asuransi pasti akan berbeda dan disesuaikan oleh usia, kebiasaan, gaya hidup dan kondisi kesehatan tertanggung. Karena premi ini merupakan sebuah biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya, Anda harus mencari produk asuransi dengan premi yang terjangkau

Selain premi, terdapat beberapa biaya yang juga harus dipertimbangkan sebelum mengambil produk tersebut. Misalnya biaya akuisisi dan biaya asuransi, yang mana semakin rendah biaya tersebut, maka akan semakin baik.

Selain ketiga hal di atas, terdapat beberapa poin lainnya yang dapat Anda ingat ketika telah membeli asuransi penyakit kritis, yaitu:

  • Mengetahui dengan jelas apa yang tertuang di dalam isi perjanjian.
  • Membayar kewajiban premi dengan tepat waktu.
  • Memenuhi persyaratan pada saat klaim dan mempersiapkan kebutuhan klaim sebelumnya.
  • Berkomunikasi dengan agen asuransi dan memperbarui polis sesuai dengan kondisi terbaru.

Mau tahu produk Asuransi Penyakit Kritis Terbaik di Indonesia?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

Lindungi diri Anda dari Sakit Turunan

Apakah Anda memiliki resiko kemungkinan terkena penyakit turunan?

Dulu saya tidak percaya bahwa penyakit dapat menurun dari orang tua, kakek nenek bahkan dari kakek nenek buyut

Sampai saya menyadari bahwa saya mulai botak, padahal saya masih muda. Ketika saya melihat Papa saya botak, saya menyadari bahwa saya mewarisi genetika beliau.

Ternyata ada beberapa jenis penyakit dapat menurun pada keluarga secara genetika.

Beberapa jenis penyakit yg menurun tersebut antara lain:

  1. Diabetes Melitus (kencing manis)
  2. Asma
  3. Hemofilia (kurang faktor pembeku darah)
  4. Thalasemia (kelainan darah, hemoglobin mudah pecah)
  5. Penyakit jantung
  6. Kecenderungan hipertensi (darah tinggi)
  7. Peningkatan resiko kanker

Resiko ini bisa semakin besar terjai pada diri kita jika diantara keluarga besar ada yg mengalami penyakit tersebut.

Bisa dibayangkan bagaimana dampak buruk secara keuangan keluarga dari biaya yang ditimbulkan jika penyakit tersebut menimpa kita?

Seperti pepatah berkata, sedia payung sebelum hujan.

Bagaimanakah kondisi kesehatan orang tua Anda?
Adakah resiko penyakit menurun yang akan Anda hadapi?
Bagaimana Anda mau bersiap menghadapinya?

Cari tahu bagaimana Allianz bisa membantu Anda melindungi dari resiko financial akibat penyakit turunan ?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda