Klaim Sakit Kritis… Apakah Baru Bisa dilakukan Saat Akan Meninggal?

Banyak orang berpandangan bahwa melakukan Klaim Asuransi Penyakit kritis berarti yang bersangkutan sudah hampir mendekati kematian dan bahkan tinggal menunggu waktu saja, benarkah demikian?

Tentunya tidak benar, karena justru uang klaim dari asuransi penyakit kritis itu dapat digunakan untuk membantu nasabah untuk membayar berbagai biaya-biaya dan kewajiban, terlepas dari mendekati ataupun masih jauh dari kematian.

Contoh ada seorang ibu mengajukan klaim sakit kritis akibat serangan jantung pertama dan cair uang klaim sebesar Rp 1,2 M.

Sampai hari ini beliau masih kuat untuk menjaga bisnisnya dan bepergian keluar negeri dan menikmati hidup.

Lalu mengapa uang klaim sakit kritisnya bisa cair? Karena kondisi serangan jantung yang ia hadapi sudah memenuhi kriteria dari syarat klaim asuransi sakit kritis tersebut.

Beliau sangat bersyukur sekali bisa menerima bantuan uang tunai Rp 1,2 M tersebut karena uang itu dapat membantunya dalam biaya rawat jalan yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap, bahkan untuk melunasi sisa cicilan apartmennya dan berbagai kewajiban keuangannya yang lain.

Mau tahu bagaimana produk Asuransi Penyakit Kritis bisa membantu si Ibu membereskan berbagai kewajiban keuangan?
Silahkan masukkan nama dan e-mail Anda melalui kolom di bawah ini, kami akan mengirimkan detailnya langsung ke inbox Anda

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *